Iklim: Memahami Perbedaannya dengan Cuaca, Macam-macam, dan Unsur Pembentuknya

 

Hari-hari ini kamu mungkin sering menemukan kata atau topik tentang perubahan iklim. Yeps, perubahan iklim saat ini memang menjadi isu yang masif dibicarakan karena seriusnya dampak yang ditimbulkan.

Lalu, apakah itu iklim? Bedakah ia dengan cuaca? Apa pengaruhnya ke kehidupan kita? Nah, artikel ini akan membahas secara lengkap pertanyaan-pertanyaan tersebut dan hal-hal lainnya yang berkaitan. Yuk simak penjelasannya!

Apa itu Iklim?

Sederhanannya, iklim dapat diartikan sebagai rata-rata keadaan cuaca di suatu wilayah yang luas. Rata-rata tersebut didapat berdasarkan pengamatan yang dilakukan dari hari ke hari dalam kurun waktu 30 tahun. Wiihhh, lama juga ya?! Biar makin jelas, berikut definisi iklim yang dikemukakan oleh para ahli.

Glen T.Trewerta 

Menurut Glen, iklim adalah susunan atau keadaan umum kondisi cuaca yang merupakan kelanjutan dari hasil pencatatan berbagai unsur cuaca dari hari ke hari  dalam waktu yang lama. Waktu yang dibutuhkan dalam menentukan rata-rata unsur-unsur iklim di suatu wilayah adalah antara 10-30 tahun (Sri Winarsih).

World Climate Conference 

Menurut WCC atau Konferensi Iklim Dunia, iklim merupakan sintesis kejadian cuaca dalam periode yang panjang. Jangka waktu tersebut cukup digunakan untuk menunjukkan statistik keadaan yang setiap harinya berbeda (Susilo, 2021).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 

Iklim merupakan rata-rata cuaca dan variabilitas kuantitas yang relevan dari beberapa variabel seperti angin, hujan, atau temperatur dalam kurun waktu bulanan, tahunan, hingga jutaan tahun (KLHK). Sementara itu, cuaca didefinisikan sebagai keadaan udara di atmosfer pada waktu dan tempat tertentu. Cuaca dinyatakan dengan kondisi hujan, kelembapan, suhu udara, penguapan, tutupan awan, dan proses analisisnya hanya membutuhkan waktu satu hari hingga satu minggu saja (Nugroho, 2017).

Apa saja jenis-jenis Iklim?

Secara umum, para ahli mengklasifikasikan iklim global ke dalam empat jenis. Klasifikasi tersebut didasarkan pada  unsur-unsur pembentuk iklim itu sendiri, yakni:

Iklim Matahari 

Iklim jenis ini ditentukan oleh banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Banyak atau sedikitnya suatu tempat atau wilayah menerima sinar matahari bergantung pada letak garis lintangnya. 

Wilayah yang berada pada lintang rendah akan lebih banyak menerima sinar matahari. Sedangkan tempat yang berada di lintang tinggi akan memperoleh sinar matahari yang lebih sedikit. Berdasarkan jenis iklim ini, pembagian daerah iklimnya dibagi menjadi empat, yaitu: 

Iklim tropis, berada pada garis lintang 23,5° LU – 23,5° LS. 

Iklim subtropis, terletak antara 23,5° LU – 35° LU, dan 23,5° LS – 35° LS. 

Iklim sedang, berada pada 35° – 66,5° LU, dan 35° LS – 66,5° LS. 

Iklim dingin, terletak antara 66,5° LU – 90° KU, dan 66,5° LS – 90° KS.

Iklim Fisis 

Iklim fisis adalah iklim yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi kondisi daratan, lautan, relief muka bumi, angin, dan arus laut. Pembagian iklim berdasarkan jenis ini adalah iklim laut atau maritim, darat atau kontinental, dataran tinggi, dan iklim musim (muson).

Iklim Oldeman 

Menurut Oldeman, iklim diklasifikasikan berdasarkan banyaknya bulan basah dan bulan kering. Disebut bulan basah jika curah hujan lebih dari 200mm. Disebut bulan kering apabila curah hujan kurang dari 100 mm. Dan, disebut bulan lembap jika  curah hujan berkisar antara 100-200 mm.

Apa aja Unsur Pembentuk Iklim?

Iklim terbentuk oleh berbagai unsur-unsur stabil yang merupakan gabungan dari suhu, kelembapan udara, hujan, awan, angin, dan tekanan udara. Berikut uraian lengkapnya.

Suhu 

Suhu udara adalah parameter yang menyatakan kondisi panas atau dinginnya udara. Di permukaan laut, bumi memiliki rerata suhu 150°C, tetapi suhu setiap wilayah bervariasi. Hal tersebut bergantung pada durasi penyinaran matahari, sudut datang sinar matahari, relief permukaan bumi atau tinggi tempat, angin, dan banyak sedikitnya awan.

Kelembapan udara 

Kelembapan udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Dibandingkan dengan gas lain yang ada di atmosfer, kandungan uap air lebih sedikit dengan hanya 2% dari total jumlah massa. Tingkat kelembapan udara di setiap wilayah juga dipengaruhi oleh jumlah radiasi matahari, relief permukaan bumi, angin, dan ketinggian tempat.

Curah Hujan 

Curah hujan adalah intensitas jumlah air hujan yang turun pada waktu dan suatu daerah tertentu. Hujan merupakan salah satu bentuk dari presipitasi, yaitu bagian dari siklus hidrologi yang mana bertanggung jawab akan ketersediaan air di bumi. Faktor yang memengaruhi curah hujan di suatu wilayah adalah topografi, arah lereng medan, jarak perjalanan angin di atas medan datar, dan arah angin yang sejajar dengan garis pantai.

Awan 

Unsur pembentuk iklim selanjutnya adalah awan. Awan terbentuk karena proses kondensasi di mana ia  berupa kumpulan titik-titik air atau kristal-kristal es. Faktor yang memengaruhi laju penguapan adalah sinar matahari, suhu udara, dan angin.

Angin 

Angin ialah udara yang bergerak dari daerah yang memiliki tekanan tinggi ke daerah dengan tekanan yang rendah.

Tekanan udara 

Tekanan udara merupakan udara yang memiliki massa sehingga dapat menekan permukaan bumi. Tekanan udara di suatu daerah berbanding lurus dengan kelembapan udara pada daerah tersebut. 

Apabila suatu daerah bertekanan udara tinggi, maka kelembapan udara daerah itu sama tingginya. Angin dan sinar matahari menjadi dua faktor yang memengaruhi perbedaan tekanan udara di setiap tempat (Iswanto, 2018).

















Comments

Popular posts from this blog

Karbon Monoksida: Kenali Bahaya Dan Manfaatnya